Alhamdulillah saya telah menyelesaikan tantangan pada game Family Project. Banyak sekali perasaan yang bercampur selama saya menyelesaikan tantangan ini. Perasaan itu dimulai dengan perasaan tidak yakin bisa menyelesaikan tantangan ini dengan sempurna; sampai perasaan tergesa-gesa harus menyelesaikan tantangan karena waktu semakin menipis, sedangkan saat itu jadwal saya lumayan padat.
Beruntung sekali karena Allah memberikan saya partner hidup yang bisa mendukung perubahan baik bagi diri saya dan keluarga kecil kami. Pada awalnya saya ceritakan tentang tantangan ketiga ini, saya yakin sebenarnya beliau blank tentang ide-ide yang akan kami jadikan project. Tapi beliau mau berusaha untuk mencari ide, walaupun akhirnya idenya tidak berhasil kami jadikan project; dan mau untuk mengikuti project-project yang sudah saya rencanakan. Selain itu, beliau juga yang menjadi eksekutor pada hampir setiap sesi 'tea time' dari project yang sudah dilaksanakan.
Sampai akhirnya 10 hari tantangan pada game level 3 ini bisa saya selesaikan; itu semua karena peran suami saya dan juga kedua anak kami yang senantiasa ikut serta dalam setiap project. Pada game level 3 ini, saya merasa belum benar-benar mengoptimalkan kemampuan saya; seperti yang saya sebutkan di awal, karena waktunya bentrok dengan jadwal lainnya. Tapi untuk 7 tantangan lainnya, saya ber-azzam pada diri saya untuk bisa menyelesaikan dengan sempurna dan mengoptimalkan kemampuan dalam diri saya.
#AliranRasa
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#BundaSayang
#IIP
Ulat yang rakus itu tak kan selamanya merusak kecantikan dedaunan. Ada suatu masa ketika Allah memintanya ber-tahannuts dalam kepompongnya. Kemudian atas kehendak Allah, keluarlah ia menjadi seekor kupu-kupu cantik yang memberikan manfaat. Sekiranya begitulah harapan pada diri saya. Semoga blog ini menjadi lembaran-lembaran bermanfaat yang mencatatnya.
Showing posts with label My Family My Team. Show all posts
Showing posts with label My Family My Team. Show all posts
Saturday, 15 April 2017
Friday, 7 April 2017
Family Project 5: Silaturahmi
Siang tadi, saya mengajak anak-anak berkunjung ke tetangga kami yang rumahnya berjarak satu rumah ke kiri. Sebelum mengajak anak-anak, saya jelaskan tujuan kami berkunjung dan peraturan selama kami berkunjung ke sana.
Saya bilang ke mereka: Hari ini kita akan bersilaturahmi ke rumah Kakak Fanny ya. Karena bundanya kakak Fanny baru saja melahirkan adik bayi. Tapi sebelum ke sana, kita ke toko perlengkapan bayi dulu ya. Kita mau beli kado buat adiknya kakak Fanny. Nanti selama dijalan dan di rumah kakak Fanny, abang sama adik tenang ya; supaya bunda bisa mengobrol dengan tenang sama bundanya kakak Fanny.
Singkat cerita akhirnya kami membeli kado dan berkunjung ke rumah Kakak Fanny. Setelah sampai di rumah kakak Fanny, alhamdulillah anak-anak bisa mematuhi peraturan yang saya berikan sebelumnya. Yaaa, walaupun satu atau dua kali masih harus diingatkan, seperti ketika abang tiba-tiba nyelonong ke dapur mereka dan naik-naik di sofa; atau adik yang tidak mau masuk ke dalam rumah, tapi malah main di dekat pagar.
Project ini sebenarnya sudah kami bicarakan sekitar tiga atau empat hari lal; ketika kami melihat tetangga kami tersebut sibuk dengan mobil mereka dan beberapa tas. Owh, mungkin sudah waktunya persalinan, batin saya saat itu. Lalu ketika malamnya kami persiapan mau tidur, saya cerita ke suami saya dan beliau bilang: Yawdah bun, nanti kalau Mama Fanny sudah pulang, ajak anak-anak berkunjung ke sana ya, bun. Sambil sebelumnya dijelaskan ke anak-anak tentang sunnah Rasulullah untuk berbuat baik kepada tetangga. Alhamdulillah niat tersebut bisa kami laksanakan hari ini.
#TantanganHari9
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#IIP
Saya bilang ke mereka: Hari ini kita akan bersilaturahmi ke rumah Kakak Fanny ya. Karena bundanya kakak Fanny baru saja melahirkan adik bayi. Tapi sebelum ke sana, kita ke toko perlengkapan bayi dulu ya. Kita mau beli kado buat adiknya kakak Fanny. Nanti selama dijalan dan di rumah kakak Fanny, abang sama adik tenang ya; supaya bunda bisa mengobrol dengan tenang sama bundanya kakak Fanny.
Singkat cerita akhirnya kami membeli kado dan berkunjung ke rumah Kakak Fanny. Setelah sampai di rumah kakak Fanny, alhamdulillah anak-anak bisa mematuhi peraturan yang saya berikan sebelumnya. Yaaa, walaupun satu atau dua kali masih harus diingatkan, seperti ketika abang tiba-tiba nyelonong ke dapur mereka dan naik-naik di sofa; atau adik yang tidak mau masuk ke dalam rumah, tapi malah main di dekat pagar.
Project ini sebenarnya sudah kami bicarakan sekitar tiga atau empat hari lal; ketika kami melihat tetangga kami tersebut sibuk dengan mobil mereka dan beberapa tas. Owh, mungkin sudah waktunya persalinan, batin saya saat itu. Lalu ketika malamnya kami persiapan mau tidur, saya cerita ke suami saya dan beliau bilang: Yawdah bun, nanti kalau Mama Fanny sudah pulang, ajak anak-anak berkunjung ke sana ya, bun. Sambil sebelumnya dijelaskan ke anak-anak tentang sunnah Rasulullah untuk berbuat baik kepada tetangga. Alhamdulillah niat tersebut bisa kami laksanakan hari ini.
#TantanganHari9
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#IIP
Thursday, 6 April 2017
Family Project 4: Aneka Karbo (Day 5)
Alhamdulillah, hari ini memasuki hari terakhir dari proyek keempat dalam keluarga kami. Pada hari terakhir ini, tadinya saya berencana mau memperkenalkan talas kepada anak-anak kami. Hanya saja, ketika saya mencari di warung sayur pada pagi hari, ternyata talas tidak tersedia.
Maksud hati ingin mengajak anak-anak ke pasar untuk membeli talas. Sayangnya, keadaan fisik saya sedang kurang sehat. Alhasil, pengenalan talas pada hari ini tidak jadi saya laksanakan. Meskipun begitu, saya tetap memperkenalkan talas melalui foto dari internet.
Karena ini hari terakhir, sekalian saja saya menyimpulkan dan me-recall informasi tentang jenis-jenis pengganti karbohidrat yang sudah dicicipi oleh anak-anak. Saya juga menanyakan bagaimana perasaan mereka dalam menjalani proyek kali ini. Sulung sayang menyatakan bahwa dia kurang suka dengan rasa beberapa karbohidrat pengganti nasi, seperti ubi. Tapi untuk jagung dan kentang, dia sangat suka sekali. Sedangkan bungsu saya menyatakan, dia suka semua jenis karbohidrat pengganti nasi.
Saya sangat senang sekali mendengar perasaan mereka. Semoga proyek ini menjadi pengalaman berharga untuk mereka.
#TantanganHari8
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#IIP
Maksud hati ingin mengajak anak-anak ke pasar untuk membeli talas. Sayangnya, keadaan fisik saya sedang kurang sehat. Alhasil, pengenalan talas pada hari ini tidak jadi saya laksanakan. Meskipun begitu, saya tetap memperkenalkan talas melalui foto dari internet.
Karena ini hari terakhir, sekalian saja saya menyimpulkan dan me-recall informasi tentang jenis-jenis pengganti karbohidrat yang sudah dicicipi oleh anak-anak. Saya juga menanyakan bagaimana perasaan mereka dalam menjalani proyek kali ini. Sulung sayang menyatakan bahwa dia kurang suka dengan rasa beberapa karbohidrat pengganti nasi, seperti ubi. Tapi untuk jagung dan kentang, dia sangat suka sekali. Sedangkan bungsu saya menyatakan, dia suka semua jenis karbohidrat pengganti nasi.
Saya sangat senang sekali mendengar perasaan mereka. Semoga proyek ini menjadi pengalaman berharga untuk mereka.
#TantanganHari8
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#IIP
Family Project 4: Aneka Karbo (Day 4)
#LatePost
Hari ini memasuki hari keempat dari project keempat kami. Seharusnya, hari ini jadwal perkenalan singkong dalam menu makanan anak-anak kami. Singkong yang bagus-bagus sudah saya pilih dari tukang sayur dan sudah saya bersihkan. Ketika pagi hari setelah anak-anak bangun dan akan saya eksekusi singkong tersebut, dengan menu singkong kukus meleleh (karena akan ditambahkan melted cheese di atas singkong), ternyata Abang Javas agak butuh perhatian lebih dari saya.
Ketika bangun tidur, Javas mengeluhkan kalau matanya gatal dan sakit. Memang beberapa hari ini saya perhatikan bahwa matanya sering kedip-kedip. Mungkin hanya kelilipan debu, pikir saya. Tapi lama kelamaan, kok kedipnya jadi semakin sering. Dan pagi inilah dia bilang kalau matanya tidak nyaman. Saya perhatikan tidak ada merah atau bengkak; ketika saya sentuh pun, menurutnya tidak sakit.
Ya sudahlah, karena keadaan mood Javas yang sedang tidak baik. Jadilah rencana hari ini saya batalkan. Seperti biasa, kalau Javas sedang tidak nyaman, seharian dia pasti akan sangaaaat manja sekali pada saya. Akhirnya, kegiatan memakan singkong pun kami ganti dengan bercerita tentang singkong.
Saat bercerita, saya menceritakan saja informasi sepengetahuan saya tentang singkong. Karena memang saya belum menyiapkan informasi yang detail atau pun print out gambar singkong atau pohon singkong. Meskipun begitu, Alhamdulillah anak-anak tetap senang mendengarnya dan penasaran untuk bermain ke kebun singkong. Hehehe. Insya Allah ya, Nak. Bunda cari-cari dulu di sekitar rumah kita, daerah mana yang masih banyak pohon singkongnya. Hehehehe.
#TantanganHari7
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#BundaSayang
IIP
Sunday, 2 April 2017
Family Project 4: Aneka Karbo (Day 1)
Pada Family Project yang keempat ini, kami akan memperkenalkan berbagai jenis karbohidrat kepada anak-anak kami. Ide untuk melaksanakan projek ini muncul karena kesadaran kami, sebagai orang tua, bahwa Indonesia adalah negara agraris yang tanahnya sangat subur dan bisa ditanami apa saja. Oleh karena itu, kami pun ingin mendidik anak-anak kami untuk lebih mencintai negerinya dengan segala keberkahan yang diberikan Allah kepada Indonesia. Salah satu tujuan dari proyek ini adalah memperkenalkan berbagai panganan lokal, selain beras, yang bisa dikonsumsi sehari-hari sebagai pemenuh kebutuhan karbohidrat tubuh.
Project keempat ini pula berjalan lurus dengan salah satu tema dalam homeschooling kami, yaitu mengenal Indonesia; mulai dari letak geografis, kepulauan yang dimilikinya, dan juga potensi alam yang ada padanya. Semoga dengan kegiatan ini, anak-anak kami semakin mencintai negeri mereka dan semakin bersyukur kepada Allah 'Azza wa Jalla.
Family Project 4: Perkenalan Aneka Karbohidrat
Penanggung Jawab: Bunda
Pelaksana: Bunda, Javas, dan Hizli
Pembagian Tugas:
Bunda bertugas membeli bahan dan menyiapkan bahan
Javas dan Hizli bertugas mengamati selama proses persiapan bahan dan mencicipi setelah matang
Alat dan Bahan: seperangkat panci, pisau, jagung, kentang, ubi, singkong, talas, air (untuk merebus atau mengukus), sendok, piring
Waktu Pelaksanaan:
Hari 1, Minggu 2 April 2017
Pengenalan Jagung
Hari 2, Senin 3 April 2017
Pengenalan Ubi
Hari 3, Selasa 4 April 2017
Pengenalan Kentang
Hari 4, Rabu 5 April 2017
Pengenalan Singkong
Hari 5, Kamis 6 April 2017
Pengenalan Talas
Hasil Pengamatan
Hari 1
Anak-anak merasa antusias sekali menyambut proyek kali ini. Terlebih lagi, mereka senang karena mereka dilibatkan dalam proses pembelanjaan bahan-bahan, yaitu pergi ke warung sayur. hehehehe.
Saat saya menyiapkan jagung untuk direbus, Javas dan Hizli selalu menemani saya di dapur dan memperhatikan semua hal yang saya kerjakan. Lalu munculah banyak pertanyaan dari mereka. Seperti: Bunda, kok jagung berlapis-lapis bungkusnya? Kenapa jagung punya rambut juga seperti kita? Kok warna rambut jagung nggak hitam, sih? Kenapa jagungnya harus dipotong bunda? Kenapa harus direbus? Jagung bisa digoreng kan? Dan masih banyaaaak pertanyaan unik lainnya yang keluar dari mulut mereka.
Selesai proses memasak dan memakan jagung tersebut, mereka merasa senang dan berpesan sama saya, bahwa besok-besok mereka mau lagi untuk sarapan jagung kukus dengan taburan keju parut, mentega, dan susu kental manis. Alhamdulillah.
#TantanganHari4
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#IIP
Project keempat ini pula berjalan lurus dengan salah satu tema dalam homeschooling kami, yaitu mengenal Indonesia; mulai dari letak geografis, kepulauan yang dimilikinya, dan juga potensi alam yang ada padanya. Semoga dengan kegiatan ini, anak-anak kami semakin mencintai negeri mereka dan semakin bersyukur kepada Allah 'Azza wa Jalla.
Family Project 4: Perkenalan Aneka Karbohidrat
Penanggung Jawab: Bunda
Pelaksana: Bunda, Javas, dan Hizli
Pembagian Tugas:
Bunda bertugas membeli bahan dan menyiapkan bahan
Javas dan Hizli bertugas mengamati selama proses persiapan bahan dan mencicipi setelah matang
Alat dan Bahan: seperangkat panci, pisau, jagung, kentang, ubi, singkong, talas, air (untuk merebus atau mengukus), sendok, piring
Waktu Pelaksanaan:
Hari 1, Minggu 2 April 2017
Pengenalan Jagung
Hari 2, Senin 3 April 2017
Pengenalan Ubi
Hari 3, Selasa 4 April 2017
Pengenalan Kentang
Hari 4, Rabu 5 April 2017
Pengenalan Singkong
Hari 5, Kamis 6 April 2017
Pengenalan Talas
Hasil Pengamatan
Hari 1
Anak-anak merasa antusias sekali menyambut proyek kali ini. Terlebih lagi, mereka senang karena mereka dilibatkan dalam proses pembelanjaan bahan-bahan, yaitu pergi ke warung sayur. hehehehe.
Saat saya menyiapkan jagung untuk direbus, Javas dan Hizli selalu menemani saya di dapur dan memperhatikan semua hal yang saya kerjakan. Lalu munculah banyak pertanyaan dari mereka. Seperti: Bunda, kok jagung berlapis-lapis bungkusnya? Kenapa jagung punya rambut juga seperti kita? Kok warna rambut jagung nggak hitam, sih? Kenapa jagungnya harus dipotong bunda? Kenapa harus direbus? Jagung bisa digoreng kan? Dan masih banyaaaak pertanyaan unik lainnya yang keluar dari mulut mereka.
Selesai proses memasak dan memakan jagung tersebut, mereka merasa senang dan berpesan sama saya, bahwa besok-besok mereka mau lagi untuk sarapan jagung kukus dengan taburan keju parut, mentega, dan susu kental manis. Alhamdulillah.
#TantanganHari4
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#IIP
Tuesday, 28 March 2017
Family Project 2: Makan Siang Bersama
Alhamdulillah hari ini tanggal merah; sehingga suami saya tidak kerja. Jadilah proyek keluarga kami hari ini adalah "Makan Siang Bersama". Sebenarnya sangat sederhana sekali proyek ini; tapi esensi di dalamnya yang sangat istimewa. Karena dalam keseharian kami jarang sekali makan bersama. Bahkan ketika akhir pekan, dalam beberapa kali akhir pekan belakangan ini, saya dan suami selalu mengikuti seminar pengasuhan; jadilah kami kekurangan waktu untuk bersama. Maka pada siang hari yang cerah ini, kami jadikan sebagai moment untuk saling bersama dalam proyek makan bersama. Kira-kira beginilah proyek keluarga kami pada hari ini:
Family Project 2 : Makan Siang Bersama
Penanggung Jawab: Ayah
Pelaksana: Bunda, Javas, dan Hizli
Pembagian Tugas:
Waktu Pelaksanaan: Selasa, 28 Maret 2017
Durasi Pelaksanaan: 1 hari
Hasil Pengamatan:
Sebelum Pelaksanaan: Ide proyek keluarga kami kali ini, saya utarakan sebelum waktu makan siang. Hal ini terinspirasi karena suami saya sedang libur dan kami tidak ada agenda apa pun keluar rumah. Ketika saya menyampaikan ide tersebut kepada anak-anak dan suami, Alhamdulillah mereka menerimanya dengan senang dan semangat. Anak sulung saya, Javas, yang paling semangat karena dia mendapat tugas menemani saya beli makanan matang; berarti dia bisa ikut jalan-jalan sebentar ke luar rumah. Anak kedua saya, Hizli, juga semangat dengan rencana ini; tetapi dia sedikit bersedih karena kebagian tugas hanya di rumah dan menyiapkan piring bersama ayah.
Saat Pelaksanaan: Javas senang sekali saya ajak keluar rumah untuk membeli masakan Padang. Walaupun cuaca siang tadi sangat panas dan terik, tetapi tidak menurunkan semangat Javas untuk menjalankan tugasnya. Akhirnya dia berinisiatif untuk membawa payung, supaya tidak kepanasan di jalan, katanya. Setelah sampai di rumah sepulang membeli makanan, saya segera menyiapkan nasi dengan dibantu Javas untuk membawakannya ke meja makan. Semua senang karena bisa menyiapkan makanan bersama untuk dinikmati bersama. Hanya saja ketika mulai makan, Javas dan Hizli tidak segera ikut makan bersama. Mereka bilang bahwa masih kenyang karena minum jus. Iya memang, sebelumnya Javas minum jus jeruk sunkist dan Hizli minum jus alpukat. Ya sudah, walaupun kami tidak bisa makan bersama secara harfiah, tetapi ketika waktu makan siang tadi, kami berada di waktu dan tempat yang sama. Ini benar-benar sangat istimewa bagi keluarga kami; mengingat kesibukan suami saya di luar rumah pada hari biasa; ditambah lagi kesibukan saya yang ikut seminar saat akhir pekan.
Selesai Pelaksanaan: Selesai makan bersama, saya bersama suami dan anak-anak menghabiskan waktu di kamar tidur sambil menikmati dinginnya AC kamar. Di tengah kebersamaan kami, saya bertanya perasaan Javas saat menyiapkan moment makan bersama tadi. Javas bilang bahwa dia senang. Tapi besok lagi dia tidak mau ikut ke luar beli makanan, karena di luar sangat panas dan capek. Kalau Hizli, dia juga senang dan bilang bahwa dia mau ikut ke luar beli makanan; karena di rumah bosan. Hehehe. Ya sudah, kalau begitu, besok lagi bertukar peran saja. Sedangkan kalau suami saya, beliau jawab: besok lagi kita nge-Go Food aja, ya, Bun! Hehehe. Oke, Ayah!
Berikut foto-foto kegiatan proyek keluarga kami hari ini:
#TantanganHari2
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Family Project 2 : Makan Siang Bersama
Penanggung Jawab: Ayah
Pelaksana: Bunda, Javas, dan Hizli
Pembagian Tugas:
- Bunda bertugas membeli makanan.
- Javas bertugas menemani bunda beli makanan dan menyiapkan nasi ke meja makan.
- Ayah dan Hizli bertugas menyiapkan peralatan makan di meja makan.
Waktu Pelaksanaan: Selasa, 28 Maret 2017
Durasi Pelaksanaan: 1 hari
Hasil Pengamatan:
Sebelum Pelaksanaan: Ide proyek keluarga kami kali ini, saya utarakan sebelum waktu makan siang. Hal ini terinspirasi karena suami saya sedang libur dan kami tidak ada agenda apa pun keluar rumah. Ketika saya menyampaikan ide tersebut kepada anak-anak dan suami, Alhamdulillah mereka menerimanya dengan senang dan semangat. Anak sulung saya, Javas, yang paling semangat karena dia mendapat tugas menemani saya beli makanan matang; berarti dia bisa ikut jalan-jalan sebentar ke luar rumah. Anak kedua saya, Hizli, juga semangat dengan rencana ini; tetapi dia sedikit bersedih karena kebagian tugas hanya di rumah dan menyiapkan piring bersama ayah.
Saat Pelaksanaan: Javas senang sekali saya ajak keluar rumah untuk membeli masakan Padang. Walaupun cuaca siang tadi sangat panas dan terik, tetapi tidak menurunkan semangat Javas untuk menjalankan tugasnya. Akhirnya dia berinisiatif untuk membawa payung, supaya tidak kepanasan di jalan, katanya. Setelah sampai di rumah sepulang membeli makanan, saya segera menyiapkan nasi dengan dibantu Javas untuk membawakannya ke meja makan. Semua senang karena bisa menyiapkan makanan bersama untuk dinikmati bersama. Hanya saja ketika mulai makan, Javas dan Hizli tidak segera ikut makan bersama. Mereka bilang bahwa masih kenyang karena minum jus. Iya memang, sebelumnya Javas minum jus jeruk sunkist dan Hizli minum jus alpukat. Ya sudah, walaupun kami tidak bisa makan bersama secara harfiah, tetapi ketika waktu makan siang tadi, kami berada di waktu dan tempat yang sama. Ini benar-benar sangat istimewa bagi keluarga kami; mengingat kesibukan suami saya di luar rumah pada hari biasa; ditambah lagi kesibukan saya yang ikut seminar saat akhir pekan.
Selesai Pelaksanaan: Selesai makan bersama, saya bersama suami dan anak-anak menghabiskan waktu di kamar tidur sambil menikmati dinginnya AC kamar. Di tengah kebersamaan kami, saya bertanya perasaan Javas saat menyiapkan moment makan bersama tadi. Javas bilang bahwa dia senang. Tapi besok lagi dia tidak mau ikut ke luar beli makanan, karena di luar sangat panas dan capek. Kalau Hizli, dia juga senang dan bilang bahwa dia mau ikut ke luar beli makanan; karena di rumah bosan. Hehehe. Ya sudah, kalau begitu, besok lagi bertukar peran saja. Sedangkan kalau suami saya, beliau jawab: besok lagi kita nge-Go Food aja, ya, Bun! Hehehe. Oke, Ayah!
Berikut foto-foto kegiatan proyek keluarga kami hari ini:
#TantanganHari2
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Thursday, 23 March 2017
Family Project 1: Membuat Teh
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sakali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkatan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." (QS. Al-Isra: 23-24)
Beberapa hari ini, dua ayat di atas menjadi pembelajaran dalam kegiatan homeschooling kami. Dalam keseharian, saya dan suami selalu mengulang-ulang membacakan ayat-ayat ini kepada kedua anak lelaki kami; sekaligus men-saounding beberapa aktivitas yang kami golongkan sebagai aktivitas 'berbakti kepada ayah bunda'. Qodarullah, materi yang disampaikan dalam kuliah Bunda Sayang IIP adalah membuat 'Family Project'. Jadilah kami membuat 'Family Project' pertama kami yang dilandasi oleh dua ayat di atas. Jadi beginilah detail 'Family Project' pertama kami:
Family Project 1 : Membuat Teh untuk Berbuka Puasa
Penanggung Jawab: Bunda
Pelaksana: Javas dan Hizli
Pembagian Tugas:
Waktu Pelaksanaan: Kamis, 23 Maret 2017 (saat Ayah puasa sunnah dan Bunda puasa bayar hutang Ramadhan)
Durasi Pelaksanaan: 1 hari
Hasil Pengamatan:
Beberapa hari ini, dua ayat di atas menjadi pembelajaran dalam kegiatan homeschooling kami. Dalam keseharian, saya dan suami selalu mengulang-ulang membacakan ayat-ayat ini kepada kedua anak lelaki kami; sekaligus men-saounding beberapa aktivitas yang kami golongkan sebagai aktivitas 'berbakti kepada ayah bunda'. Qodarullah, materi yang disampaikan dalam kuliah Bunda Sayang IIP adalah membuat 'Family Project'. Jadilah kami membuat 'Family Project' pertama kami yang dilandasi oleh dua ayat di atas. Jadi beginilah detail 'Family Project' pertama kami:
Family Project 1 : Membuat Teh untuk Berbuka Puasa
Penanggung Jawab: Bunda
Pelaksana: Javas dan Hizli
Pembagian Tugas:
- Bunda bertugas menyiapkan alat dan bahan.
- Javas dan Hizli bertugas membuat teh.
- Ayah dan Bunda bertugas mencicipi teh buatan Javas dan Hizli.
Waktu Pelaksanaan: Kamis, 23 Maret 2017 (saat Ayah puasa sunnah dan Bunda puasa bayar hutang Ramadhan)
Durasi Pelaksanaan: 1 hari
Hasil Pengamatan:
- Sebelum pelaksanaan 'Family Project': Pembicaraan mengenai Family Project kami ini dilakukan pada malam sebelumnya ketika menjelang waktu tidur. Pembicaraan itu terjadi begitu saja dan ide pun muncul secara tiba-tiba. Qodarullah memang saya dan suami ingin melaksanakan puasa pada hari kamis, juga kami sedang membahas dua ayat dalam Al-Quran tentang adab terhadap orang tua; jadilah kami mengambil ide yang sederhana, namun cukup esensial bagi pembelajaran anak-anak kami. Saat pembicaraan rencana project tersebut, Javas dan Hizli menyambut dengan gembira. Tentu mereka gembira, karena teh adalah minuman kesukaan mereka dan sehari-hari kalau yang namanya kegiatan eksplorasi dengan makanan (cooking experience); mereka pasti akan sangat antusias sekali.
- Saat pelaksanaan 'Family Project': Ketika pelaksanaan cukup banyak kehebohan terjadi dan beberapa hal yang di luar perencanaan. Kehebohan sudah mulai muncul ketika menjelang adzan maghrib. Saat itu saya belum mandi dan peralatan untuk membuat teh belum disiapkan, termasuk belum ada air panas karena kami tidak menggunakan termos air panas di rumah; anak-anak pun bertanya-tanya, "Bunda, kapan bikin teh nyaaaa? Ini udah mau maghrib lho..." Hal yang terjadi di luar rencana adalah karena suami saya belum pulang dan dia lembur. Jadilah kami hanya bertiga saja mengerjakan project ini. Alhamdulillah anak-anak tetap senang menjalani project ini. Hal itu terlihat dari antusiasme mereka dalam melakukan segala hal yang diinstruksikan; bahkan sebelum diinstruksikan pun mereka sudah berinisiatif untuk melakukannya. Contohnya seperti Javas yang sudah langsung menuangkan gula padahal teh nya belum terlalu larut di gelasnya. Juga Hizli yang langsung mencicipi tehnya, padahal belum dituangkan air biasa ke dalam gelas, sehingga Hizli kepanasan saat mencicipinya.
- Setelah pelaksanaan 'Family Project': Menjelang waktu tidur, ketika suami saya sudah pulang, barulah kami membahas lagi tentang project pertama keluarga kami. Saya bertanya perasaan anak-anak saat membuat teh dan mereka menjawab bahwa mereka sangat senang. Bahkan kata Javas, besok-besok kalau Ayah dan Bunda puasa lagi, dia yang mau membuatkan teh dan memberikannya ke Ayah dan Bunda. Hizli pun demikian. Dia merasa senang karena bisa ikut menyiapkan minuman berbuka puasa, walaupun rasa teh nya masih kurang manis. Hehehe. Lalu saya bertanya kepada mereka, bagaimana perasaan mereka karena ayah pulangnya telat. Dan mereka jawab, "Ya nggak apa-apa. Kan tehnya jadi aku yang minum." Hahaha. Kontan jawaban ini membuat saya dan suami tertawa.
Berdasarkan hasil pengamatan di atas, sejatinya kegiatan Family Project kami haruslah dihadiri lengkap oleh seluruh anggota keluarga. Karena kalau saja ada satu anggota keluarga yang tidak lengkap, maka akan terjadi kehebohan dan kerepotan yang di luar dugaan. Selain itu, saya pun mengerti bahwa untuk keluarga kami, tidak perlu project yang terlalu ribet dan membutuhkan banyak biaya. Bahkan project sederhana dengan biaya yang murah, asalkan sesuai dengan target pendidikan dan pengasuhan, bisa saja langsung kami lakukan.
Berikut adalah foto-foto kegiatan kami:
Selesai
#TantanganHari1
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Subscribe to:
Posts (Atom)
Tugas Chukyuu 5
Komono Kitchen Hal yang dilakukan: 1.Mencuci piring dan peralatan masak setelah selesai masak 2.Mengelap cipratan minyak pada dinding da...






