Showing posts with label institutibuprofesional. Show all posts
Showing posts with label institutibuprofesional. Show all posts

Monday, 6 March 2017

Latihan Kemandirian (7)

Hari ini, Jumat, tanggal 3 Maret 2017, memasuki hari kesembilan latihan kemandirian bagi Javas dan Hizli. Untuk Javas, sudah tidak ada masalah lagi dalam hal melatih kemandiriannya untuk tidur sendiri. Karena sebenarnya setiap malam, dia sudah meminta untuk tidur di kamarnya sendiri. Hanya saja dalam dua malam ini kami belum mengisi pulsa token listrik, sehingga tidak cukup kalau harus menyalakan dua AC selama dua malam berturut. Saya mengakui hal ini sebagai kesalahan saya dan bisa menjadi kendala dalam kontinuitas Javas untuk tidur sendiri di kamarnya. Bahkan mungkin, bisa terkesan kami tidak konsisten menjalankan target yang sudah kami tetapkan.

Atas kendala yang saya temui dalam melatih Javas untuk tidur sendiri, dimana kendala itu datangnya dari kami, orang tua; maka sebagai pembelajaran selanjutnya bagi kami adalah: selain melatih tidur malam sendiri di kamarnya, kami juga harus mengatur jadwal pemakaian AC di dalam rumah. Kapan AC harus dinyalakan pada malam hari ketika akan tidur, kapan AC akan dimatikan ketika paginya, dan kapan AC akan dinyalakan ketika aktivitas siang hari dan berapa lama durasinya. Oke, ini akan menjadi target selanjtunya bagi keluarga kami.

Lanjut dengan latihan kemandirian Hizli untuk pipis sendiri di kamar mandi. Hari ini terjadi kejadian yang tidak akan pernah saya lupa. Apakah itu?? Yaitu, Hizli pup di celanaaaa dan pup nya berceceran ke seluruh celana. Huhuhuhuuuuu... Saat itu rasanya semua emosi menjadi satu dalam diri saya, antara mau nangis, kesel, capek, hhh, semuanyalah. Alhamdulillah nya saya masih bisa mengontrol emosi dan tidak perlu marah-marah ke Hizli, karena percuma juga marah-marah, sudah kejadian, kok.

Itu adalah pertama kalinya Hizli pup di celana. Iya, karena dalam latihan-latihan sebelumnya, saya hanya melatih Hizli ketika pagi dan siang; lalu kalau sore, setelah mandi sore, kembali saya pakaikan pampers supaya tidur Hizli nyenyak, begitupun dengan saya dan suami. Terus terang, saya pun belum siap kalau harus melepas total pampers Hizli. Jadi kalau pun BAB, biasanya Hizli BAB ketika malam atau pagi sesaat setelah bangun tidur.

Karena pengalaman itu, akhirnya saya berunding sama suami. Mungkin Hizli belum siap untuk toilet training, bisa jadi kami juga; atau karena kami belum siap, makanya Hizli pun demikian?? Entahlah. Akhirnya saya dan suami bersepakat, untuk sebulan ke depan, kami akan mulai melatih TT-nya dengan hypnotherapy. Inspirasi ini saya dapatkan dari teman saya yang pernah melatih anaknya seusia Hizli untuk TT. Karena dirasa anaknya belum siap, jadilah teman saya memulai dengan meng-hypno anaknya sebelum tidur malam selama sebulan. Kalimat yang diucapkannya adalah: kalau mau pipis dan pup, ke kamar mandi, ya. Begitu terus kalimat itu diulang-ulang menjelang si anak tidur; dan hasilnya setelah satu bulan, si anak berkeinginan sendiri untuk pipis ke kamar mandi. Semoga ini berhasil di Hizli.



#LatePost
Tangerang, 3 Maret 2017

#Level2
#MelatihKemandirian
#BunSayIIP

Monday, 27 February 2017

Latihan Kemandirian (3)

Memasuki hari ketiga latihan kemandirian, qodarullah, kami sekeluarga masih berada di Ciater dalam acara Arisan Keluarga dan Family Gathering. Alhasil, target kemandirian yang sudah saya buat sebelumnya, tidak bisa sepenuhnya dilaksanakan. Meskipun demikin, saya punya cerita lain tentang kemandirian anak-anak.

Saya mulai dari anak sulung saya, Abang Javas. Selama dua hari satu malam kami berada di Ciater dan berkumpul bersama keluarga; saya memperhatikan kemandirian Javas dalam bersosialisasi sudah mulai terasah dengan baik. Hal ini saya perhatikan dari sikap Javas yang sudah lebih mudah diberi pengertian ketika melihat sepupu-sepupunya hanya asyik dengan gadget dan TV. Ya, dalam keluarga kami, peraturan yang kami berlakukan adalah tidak menonton TV atau pun bermain gadget setiap hari Senin sampai Jumat; dan boleh menonton atau melihat gadget ketika Sabtu atau Ahad, itupun hanya kami beri jatah selama 30 menit. Kejam, kah?? Bagi saya tidak. Karena dampak yang akan ditimbulkan gadget dan screen dalam kehidupan anak-anak saya, akan jauuuh lebih kejam daripada hanya membatasinya.

Selanjutnya adalah Adik Hizli. Kini usianya memasuki 2y3m dan saya melihat kemampuan bersosialisasinya sudah berkembang cukup pesat. Kalau biasanya Hizli tidak mudah nyaman ketika berada di tempat baru, apalagi bersama orang-orang yang sehari-hari tidak mendampinginya; kini Hizli sedikit lebih santai. Ya, walaupun ketika awal kami memasuki villa tempat kami menginap, Hizli masih meminta untuk dipeluk, dipangku, dan digendong oleh saya atau suami saya. Tapi selanjutnya, Hizli mulai beradaptasi dengan lingkungan. Hal ini saya perhatikan ketika melihat Bulik suami sedang memarut kelapa, kemudian Hizli mendekati dan jongkok di hadapan Bulik (red: Eyang bagi Hizli) sambil memperhatikan dan sesekali bertanya. Namun sayang sekali, saya tidak sempat mengabadikan momen tersebut dalam bentuk foto.

Oke, jadi demikian cerita latihan kemandirian dari dua anak lelaki saya. Meskipun kami belum berhasil mencapai target; tapi kami berlatih kemandirian lain, yaitu kemandirian bersosialisasi.


Ahad, 26 Februari 2017,
Ciater Spa, Jawa Barat,
Sambil menunggu waktu check out, ditemani derasnya hujan dan pekatnya kabut.

#Level2
#LatihanKemandirian
#IIP

#latepost

Wednesday, 22 February 2017

Belajar Jadi Digital Mommy

Bismillaahirrahmaannirahiim.

Alhamdulillah saya panjatkan kepada Allah SWT; karena dengan rahmat-Nya, saya masih diberikan nikmat sehat dan iman hingga saat ini.


Berbicara tentang blog pribadi, mungkin ini blog pribadi yang sudah kesekian kali saya buat. Entah sudah banyak berapa blog yang saya buat; dan entah sudah berapa banyak juga yang terbengkalai. Ya, memang masih menjadi PR besar saya dalam hal konsistensi melakukan sesuatu. Padahal, saya suka menulis. Sayangnya, manajemen waktu saya masih tergolong parah, kalau tidak mau dibilang kacau; dan konsistensi saya dalam melakukan sesuatu masih sangat rendah.


Qodarrullah saya mengikuti kelas Matrikulasi di Institut Ibu Profesional (IIP); dan sekarang, Alhamdulillah, saya sedang masuk ke tahapan kedua, kelas Bunda Sayang IIP. Dengan mengikuti kelas Matrikulasi dan Bunda Sayang, para peserta diberikan tugas yang 'sejibun' dan harus dikumpulkan sesuai dengan deadline. Yes, ini 'memaksa' saya untuk aktif menulis dan mengumpulkan tulisan-tulisan saya melalui media online. Naaah, karena itulah lahirlah blog ini. (Alhamdulillah, terima kasih IIP)


Untuk selanjutnya, saya berharapa semoga blog ini bisa terus konsisten merekam jejak perjalanan pembelajaran saya, dalam rangka memperbaiki kualitas diri saya sebagai pribadi, sebagai istri, dan juga ibu. Satu hal yang terpenting adalah: semoga blog ini bisa menjadi bermanfaat untuk para ibu pembelajar lainnya; sehingga Allah berkenan memberikan ridho, rahmat, dan surga-Nya bagi saya. Amiin. Wallahu'alam.


Kamis, 23 Februari 2017
Di pagi hari yang dingin, sambil menunggu anak-anak terbangun.
Tangerang.




source image: http://orbitislam.com/ways-to-enter-jannah/

Tugas Chukyuu 5

Komono Kitchen Hal yang dilakukan: 1.Mencuci piring dan peralatan masak setelah selesai masak 2.Mengelap cipratan minyak pada dinding da...