Showing posts with label latihan kemandirian. Show all posts
Showing posts with label latihan kemandirian. Show all posts

Friday, 10 March 2017

Latihan Kemandirian (10)

Fiiiiuuuhhh... akhirnya sampai juga di tulisan ke-10 tentang Latihan Kemandirian pada Game Level 2 dari kuliah Bunda Sayang IIP. Tulisan ke-10 ini bukan berarti akhir dari tulisan-tulisan saya selanjutnya tentang latihan kemandirian. Karena saya sangat sadaaaar sekali bahwa masih banyak kekurangan saya dalam hal melatih kemandirian anak-anak. Dengan adanya 'tugas' dari IIP untuk menuliskan tentang praktek latihan kemandirian pada anak-anak, juga diri saya sendiri sebetulnya, menjadikan saya lebih aware dalam hal mendokumentasikan pencapaian-pencapaian yang sudah dilakukan anak-anak. Hanya saja, saya menyadari bahwa dalam 10 tulisan saya dari kemarin hingga sekarang, masih sangat banyak kekurangan dan tambal sulam. Terlebih lagi, tentang target dan praktik kemandirian itu sendiri.

Oke, jadi di tulisan ke-10 ini, saya tidak akan melaporkan tentang praktek latihan kemandirian anak-anak seperti yang sudah saya tulis sebelumnya. Tapi kali ini, justru saya akan melaporkan bagaimana hasil observasi, kelebihan, dan kekurangan dalam praktek latihan kemandirian tersebut.

Menurut hasil pengamatan saya, berdasarkan target kemandirian yang sudah saya tentukan di tulisan ke-1, maka saya melaporkan bahwa:
1. Latihan kemandirian untuk Javas tidur sendiri di kamarnya, sudah bisa dikatakan lulus. Karena sudah tidak ada kendala lagi dalam memintanya untuk pindah tidur ke kamarnya. Karena kalau biasanya dia selalu tidak mau, sekarang dia selalu mau. Walaupun memang, masih harus ditemani dulu awalnya, nanti kalau sudah lelap, baru ditinggal. Saya rasa ini tidak masalah, karena ini bagian dari adaptasi. Hanya saja saya menemukan beberapa tantangan lanjutan untuk memantapkan latihan kemandirian ini, seperti: token listrik yang boros kalau semua AC harus nyala saat malam, token listrik yang tidak cukup untuk menyalakan dua AC semalaman, dan keadaan kamar Javas yang masih sering jadi tempat nyamuk bersembunyi. Di samping itu, ada juga tantangan lain yang secara tidak langsung berkaitan dengan latihan kemandirian ini, seperti: waktu tidur malam dan bangun pagi yang belum konsisten dan waktu penggunaan AC yang belum terjadwal.

2. Latihan kemandirian untuk Hizli membuka dan menutup botol, sepertinya sudah menunjukkan hasil yang baik. Hizli sudah bisa membuka botol minumnya, tapi terkadang masih sering lupa menutup dengan rapat, sehingga sering tumpah. Untuk botol-botol yang terlalu rapat menutupnya, Hizli masih membutuhkan bantuan orang lain untuk membukanya. Lalu untuk latihan toilet training, Hizli belum berhasil melakukannya; dan kesimpulannya, untuk latihan TT ini masih harus di-pending selama sebulan dan diisi dengan hypnotherapy selama sebulan tersebut. Kalau dalam hal latihan TT ini, saya menyadari bahwa ada peran saya juga yang menyebabkan Hizli belum berhasil. Misalnya, saya belum konsisten men-sounding Hizli untuk BAK dan BAB di kamar mandi, saya masih suka lupa jadwal Hizli BAK, dan kadang kalau fisik saya sedang lelah, saya lebih memilih memakaikan pospak kepada Hizli. Semoga untuk selanjutnya, semua kekurangan ini bisa saya perbaiki dan tercatat dengan runut dalam catatan latihan kemandirian anak-anak saya.

Akhirnya, dari hasil latihan dan laporan selama 10X ini, saya bisa memetik banyak pelajaran untuk diri saya sendiri, yaitu:
1. Saya harus lebih konsisten dalam melaksanakan praktek sesuai dengan target.
2. Saya harus bisa mengkomunikasikan target-target pencapaian itu dengan suami; supaya kami bisa mencapainya bersama.
3. Saya harus lebih tegas dan tega ke anak-anak dalam hal praktek kemandirian; selama ke-tegasan dan ke-tega-an itu sesuai dengan tumbuh kembangnya.

Saya berharap, laporan-laporan ini bisa terus saya lanjutkan dan saya rapikan lagi; sehingga nantinya bisa saya gunakan sebagai portofolio perkembangan anak-anak saya.


Tangerang, Sabtu Pagi, 11 Maret 2017

#Level2
#LatihanKemandirian
#KuliahBunSayIIP

Monday, 27 February 2017

Latihan Kemandirian (3)

Memasuki hari ketiga latihan kemandirian, qodarullah, kami sekeluarga masih berada di Ciater dalam acara Arisan Keluarga dan Family Gathering. Alhasil, target kemandirian yang sudah saya buat sebelumnya, tidak bisa sepenuhnya dilaksanakan. Meskipun demikin, saya punya cerita lain tentang kemandirian anak-anak.

Saya mulai dari anak sulung saya, Abang Javas. Selama dua hari satu malam kami berada di Ciater dan berkumpul bersama keluarga; saya memperhatikan kemandirian Javas dalam bersosialisasi sudah mulai terasah dengan baik. Hal ini saya perhatikan dari sikap Javas yang sudah lebih mudah diberi pengertian ketika melihat sepupu-sepupunya hanya asyik dengan gadget dan TV. Ya, dalam keluarga kami, peraturan yang kami berlakukan adalah tidak menonton TV atau pun bermain gadget setiap hari Senin sampai Jumat; dan boleh menonton atau melihat gadget ketika Sabtu atau Ahad, itupun hanya kami beri jatah selama 30 menit. Kejam, kah?? Bagi saya tidak. Karena dampak yang akan ditimbulkan gadget dan screen dalam kehidupan anak-anak saya, akan jauuuh lebih kejam daripada hanya membatasinya.

Selanjutnya adalah Adik Hizli. Kini usianya memasuki 2y3m dan saya melihat kemampuan bersosialisasinya sudah berkembang cukup pesat. Kalau biasanya Hizli tidak mudah nyaman ketika berada di tempat baru, apalagi bersama orang-orang yang sehari-hari tidak mendampinginya; kini Hizli sedikit lebih santai. Ya, walaupun ketika awal kami memasuki villa tempat kami menginap, Hizli masih meminta untuk dipeluk, dipangku, dan digendong oleh saya atau suami saya. Tapi selanjutnya, Hizli mulai beradaptasi dengan lingkungan. Hal ini saya perhatikan ketika melihat Bulik suami sedang memarut kelapa, kemudian Hizli mendekati dan jongkok di hadapan Bulik (red: Eyang bagi Hizli) sambil memperhatikan dan sesekali bertanya. Namun sayang sekali, saya tidak sempat mengabadikan momen tersebut dalam bentuk foto.

Oke, jadi demikian cerita latihan kemandirian dari dua anak lelaki saya. Meskipun kami belum berhasil mencapai target; tapi kami berlatih kemandirian lain, yaitu kemandirian bersosialisasi.


Ahad, 26 Februari 2017,
Ciater Spa, Jawa Barat,
Sambil menunggu waktu check out, ditemani derasnya hujan dan pekatnya kabut.

#Level2
#LatihanKemandirian
#IIP

#latepost

Friday, 24 February 2017

Latihan Kemandirian (2)

Tadi malam, alhamdulillah Abang Javas mau tidur di kamarnya lagi. Namun ada cerita menarik.
Jadi pada malam sebelumnya saya berjanji untuk menemani abang bobo tadi malam.

Qodarullah nya saya lupa untuk menemani; dan kembali abang ditemani oleh suami saya. Ternyata ketika ditemani suami saya, abang sebenernya tidak mau dan meminta supaya digantikan oleh saya. Singkat cerita akhirnya abang tetap tidur dengan suami saya, dengan perjanjian, nanti kalau abang bangun, sudah ada bunda di samping abang.

Waktu berlalu dan sampailah waktu subuh, sekitar jam empat pagi. Saat itu abang terbangun karena mau pipis. Nah ketika dia bangun dan tidak mendapati saya di kamarnya, jadilah dia kesal sampai membanting pintu kamar sebagai pelampiasan. Lalu suami saya membangunkan saya dan saya menemani abang tidur kembali.

Masya Allah, benar-benar pengalaman berharga sekali buat saya. Kalau berjanji sama anak, sebisa mungkin harus saya catat atau membuat reminder. Karena saya tipikal orang yang cepat sekali lupa. Hehehehe.

Itu cerita anak sulung saya yang alhamdulillah berhasil untuk tidur di kamarnya sendiri, meskipun agak drama. Cerita anak kedua saya berbeda lagi.

Seharian kemarin, harusnya Adik Hizli belajar BAK dan BAB di toilet. Tapi sayang sekali, saya selalu tidak tepat membawanya ke toilet. Kadang saya terlalu cepat membawanya ke toilet, kadang saya kelamaan membawa ke toilet. Alhasil, ya Adik tetap pipis dan pup di pampers seharian kemarin.

Tapi ada cerita menarik kemarin. Ketika sedang sarapan pagi, tiba-tiba saja Adik bilang, "Bunda, adek makan sendiri, ya." Dan saya jawab, "Oke adek." Kemudian dia melanjutkan sarapannya.
Tahap kemandirian untuk makan sendiri memang saya masukkan ke dalam target kemandirian yang akan dicapai Adik dalam sebulan ke depan. Tak terduga, ternyata Adik sudah 'menagih'nya sekarang. Sebagai bahan pembelajaran juga untuk saya, apakah hari-hari selanjutnya akan melatih target kemandirian seperti yang sudah saya sebutkan di tulisan saya sebelum ini; ataukah targetnya akan berubah dan menyesuaikan keadaan.

Rest Area KM 57, Tol Cikampek
Di tengah perjalanan menuju Ciater
Karawang, 25 Februari 2017

#Level2
#MelatihKemandirian
#BunSayIIP

Tugas Chukyuu 5

Komono Kitchen Hal yang dilakukan: 1.Mencuci piring dan peralatan masak setelah selesai masak 2.Mengelap cipratan minyak pada dinding da...